Sunday, January 16, 2011

Table Manner Course

“ Ucapan terima kasih saja mungkin tidak akan cukup untuk membalas kebaikan
Ibu Sri Ekanti Sabardini (Ibu Dini) – Dosen Kepribadian Manajerial STIM YKPN -
yang telah mengadakan Table Manner Course ini.
Benar-benar pengalaman yang sangat bermanfaat bagi kami anak-anak didik Ibu”




Di era globalisasi, jamuan makan bersama merupakan tuntutan yang lazim guna melengkapi gaya hidup dan pergaulan masa kini . Jamuan makan sering dilakukan pada lingkungan perkantoran, pertemuan dengan relasi mitra bisnis, pertemuan keluarga dan lain sebagainya.

Oleh karena itu sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui tata cara dan etika jamuan makan tersebut. Dengan mengikuti Table Manner Course, maka akan menambah keterampilan dan rasa percaya diri kita untuk menghadiri jamuan makan formal.





Pada intinya Table Manner Course memberikan pelajaran kepada kita mengenai tata cara atau etika pada saat melakukan jamuan makan. Mulai dari Makanan Pembuka sampai Makanan Penutup.




Appetizer
****
Soup
****
Main Course
****
Dessert
****
Coffe or Tea


Kali ini saya mengikuti Table Manner Course di Hotel Santika Jogja berkaitan dengan mata kuliah Kepribadian Manjerial yang saya ikuti.



Hal pertama yang tadi disampaikan pada pelatihan, apabila pada saat kita menghadiri jamuan makan, bila ingin duduk harus dari sisi bagian kiri kursi. Bila ada pramusaji, biarkan pramusaji yang menggeser kursi kita, bila ujung kursi sudah menyentuh lutut bagian belakang kita maka duduklah (jadi tidak perlu melihat belakang kanan kiri).
Bila membawa tas yang besar letakkan dibawah sebelah kanan kursi dan apabila bagian belakang kursi tidak berlobang maka bisa diletakkan dibelakang kursi. Apabila tas kita kecil cukup diletakkan di pangkuan kita saja.
Ingat jangan letakkan barang-barang Anda diatas meja seperti ponsel, obat-obatan dan sebagainya karena sangat mengganggu orang lain yang berada di meja kita.
Perlu diketahui juga, bagi Anda yang pria jangan heran kalau Anda dilewati dalam penyajian makanan karena apabila dalam satu meja terdiri dari pria dan wanita, maka setelah wanita selesai disajikan maka pria setelahnya.
Aturan berikutnya kita hanya boleh memulai menyantap sajian apabila semua orang dalam satu meja sudah disajikan juga.
Untuk tambahan cara memegang gelas tidak boleh setengah dari badan gelas akan lebih baik dipegang pada leher gelas.





Posisi Awal Meja:
Posisi duduk kita tepat di depan Servietes (serbet makan). Di sebelah kiri serbet ini ada 2 Fork, 1 B&B (bread&butter) plate lengkap dengan “butter knife” nya. Di sebelah kanan serbet ada 2 knife yang mengapit “soup spoon”, di atasnya ada “water goblet” (gelas air putih/air es). Di sebelah kanan pisau ada cangkir lengkap dengan tatakan dan sendok kecil nya. Perangkat ini yang akan menemani kita selama jamuan makan. Ingat jangan memindahkan posisi perangkat yang sudah diatur dari awal setelah kita memakainya, ini semua untuk menghindari tertukar dengan orang lain yang semeja dengan kita.

Sebelum jamuan makan dimulai, buka serbet di depan kita, lipat dua & letakkan di atas pangkuan kita, jangan gantungkan di bawah leher (ingat bila pada saat jamuan makan ingin membersihkan sisa makanan yang menempel di mulut, cukup dengan menggunakan ujung serbet saja). Setelah kita siap, pramusaji akan mulai menyajikan menu yang sudah dipilih sebelumnya.




Sajian pertama adalahRoti/Bread pada piring besar. Piring besar berisi 16 Bread terdiri dari Soft Bread & Hard Bread. Bagi siapa saja yang posisi duduknya paling dekat dengan piring roti yang besar, wajib & harus menawarkan kepada orang di sebelah kanan/kirinya terlebih dahulu sebelum mengambil untuk dirinya sendiri.
Cara makan roti ini : sobek sedikit roti dengan tangan kiri, olesi dengan butter menggunakan “butter knife”, (ingat butter knife ini tidak untuk mengiris roti), setelah itu baru kita makan roti yang sudah dioles butter tadi. Jangan angkat B&B plate ini dari tempatnya, hanya boleh menyobek roti di atas B&B plate ini (untuk menghindari remah2an roti mengotori bagian meja di depan kita).




Sementara kita makan roti oles butter, pramusaji bersiap2 untuk menyajikan Appetizer (menu appetizer saya tadi adalah Nicoise Salad). Pakailah Fork & Knife di kiri dan kanan kita mulai dari yang paling luar. Posisi tangan yang diperbolehkan berada di atas meja hanya sebatas pergelangan tangan kita saja dan tubuh juga tidak boleh menempel (jarak 2 jari). Pegang garpu di tangan kiri & pisau di tangan kanan. Kalau kita tidak terbiasa menyuapkan makanan ke dalam mulut dengan tangan kiri, maka diperbolehkan memakai garpu dengan tangan kanan namun arah garpu menjadi terbuka menghadap luar. Kalau sudah selesai menyantap sajian letakkan garpu & pisau ke arah jam 11 dan 5 (posisi garpu jangan ditelungkupkan), sebagai tanda kepada para pramusaji untuk mengangkat piring kotor dari hadapan kita.

Saat seperti ini (diantara clean up & serve), kita diperbolehkan untuk meninggalkan tempat duduk sementara (mungkin ke toilet/terima telepon/merokok). Sebelumnya, kalau masih ingin kembali menikmati hidangan selanjutnya, maka letakkan serbet diatas kursi. Tapi kalau tidak ingin kembali, letakkan serbetnya di atas meja yang menandakan kita telah selesai.





Menu selanjutnya tadi adalah Cream of Asparagus Soup. Pakailah sendok soup yang ada di sebelah kanan kita. Cara menyendok yang benar adalah dari arah dalam keluar mangkok dengan menyentuhkan bagian bawah sendok ke pinggir/mulut mangkok soup, untuk menghindari tetesan soup yang bisa mengotori meja ataupun pakaian kita. Bagaimanapun keadaannya, kita tidak diperbolehkan untuk mengangkat mangkuk sup ini dari atas meja.

Kalau masih ingin menikmati soup, tapi kita perlu break sejenak, jangan letakkan sendok di luar mangkok, maka mangkok soup & isinya (kalo masih ada) akan diangkat oleh pramusaji karena dianggap sudah selesai (ingat letakkan sendok di luar mangkok hanya jika kita memang sudah selesai menyantap soup).





Menu selanjutnya adalah Main Course, menu main course saya tadi – Santika Beef Breaded Baked Potatoes serve with Spinach Cream & Mushroom Sauce-. (Nama menu main corse memang biasanya sangattt panjang :)). Dalam tata cara makan International, apabila ada diantara tamu yang tidak berkenan dengan menu Main Course, maka diperbolehkan untuk memberitahukan kepada pramusaji di awal acara, menu tersebut dapat diganti hanya dengan Vegetarian menu bukan diganti dengan daging sapi atau ayam (misalnya bila menu main coursenya seafood).

Sampai pada saat penyajian main course ini, kita masih diperbolehkan untuk makan Bread sebagai pendampingnya. Ingat, setelah kita selesai makan di tahap main course ini, B&B plate akan dibersihkan oleh pramusaji (itu berarti roti yang disajikan tidak bisa dimakan lagi).





Setelah semua sajian Main Course habis dan semua peranti makan dibersihkan oleh pramusaji. Pramusaji segera menyajikan menu dessert, dessert saya tadi adalah Pink Lady Pudding. Pada saat penyajian Dessert, ternyata Water Goblet (gelas air) sudah tidak di refill lagi.





Nah, untuk gantinya kita boleh milih Coffee or Tea. Disajikan lengkap dengan gula & creamer, karena saya tidak suka kopi jadi saya tadi lebih memilih teh. Sendok kecil hanya dipakai untuk mengaduk gula/creamer saja, tidak untuk dipakai nyicip atau nyendok minuman.

Begitulah serangkaian tata cara atau etika dalam jamuan makan. Bagi Anda yang belum pernah menghadiri jamuan makan formal mungkin terlihat dan terasa sangat rumit namun apabila serangkaian tata cara atau etika ini sudah Anda ketahui maka Anda akan menyantap seluruh sajian dengan nikmat.






Oya sebelum Table Manner Course dimulai, ada tambahan pelajaran pada paket pelatihan ini, yaitu membuat pasta.
Dan karena saya suka masak dan pencinta pasta juga, tadi saya memutuskan untuk membantu cheff membuat 4 macam pasta seperti : spaghetti, bolognaise, macaroni, dan lasagna. Kesemuanya dengan jenis sauce yang berbeda, tapi sayang tadi hasil kesemua masakannya lupa saya foto, jadi hanya ada foto waktu masaknya dan foto ini juga ngeblur :(



Cocktail (Januari) dengan rum terpisah *kiri dan Mocktail (Februari) *kanan

Selain itu juga ada praktek membuat 2 minuman, namun sebelumya diperkenalkan bermacam beverages mulai dari minuman ringan sampai minuman yang memiliki kadar alkohol paling tinggi dan mahal (mahal : karena proses yang lama dalam membuatnya, ternyata ada yang sampai 25 tahun baru setelahnya bisa dikonsumsi).
Nah, kalo yang tadi dipraktekkan tadi minuman jenis mocktail (tanpa alkohol) dan cocktail (beralkohol).
Kedua minuman tadi merupakan minuman baru yang akan dikeluarkan pada bulan Januari ini dan bulan Februari di Hotel Santika Jogja. Jadi saya sangat merasa beruntung sekali sudah mencicipi kedua menu minuman baru tersebut :)

Selain itu sebelum pulang saya dan teman-teman diajak berkeliling hotel untuk melihat kamar dan fasilitas-fasilitas yang terdapat di hotel tersebut. Tidak bisa tidak hal tersebut menimbulkan kenarsisan dengan berfoto-foto di setiap sudut yang diperlihatkan :)



"Buat temen-temenku ini adalah pengalaman buat kita, mungkin bisa terlupa nantinya, namun moment ini akan tetap selalu ada tersimpan dalam blog ini, kapanpun kalian hanya tinggal melihat kembali dan mengenangnya".


Luv Tha.

2 comments:

  1. her lovely mom : DiniJanuary 17, 2011 at 1:25 PM

    VERY GOOD JOB DITHA, I AM VERY VERY PROUD OF YOU. Membiasakan menulis suatu hal yang dialami, melakukan analisis, dan membuat laporan terstruktur benar benar ide yang luar biasa, sambutlah kesuksesan yang barangkali hanya tinggal beberapa langkah lagi

    ReplyDelete
  2. amin...
    amin Ya rabbal alamin...
    sungguh saya sangat senang membaca comment ibu...
    terima kasih bu buat doanya...
    sungguh saya juga sangat berterima kasih dengan semua yang telah ibu Dini berikan...
    sungguh sangat banyak yang telah saya terima dari ibu...
    saya sangat ingin berkata banyak kepada ibu...
    namun saya hanya bisa terdiam...
    tapi melalui blog ini mungkin bisa sedikit menggambarkan apa yg ingin saya katakan...
    mungkin ibu lupa...
    tapi saat MOS ketika saya menangis ibulah yg memberikan saya tissue...
    terima kasih bu...
    Luv tha..

    ReplyDelete